6) Bertumbuh dalam Kasih Karunia
Bagaimana bertumbuh secara rohani? Bagaimana menghadapi pencobaan? Temukan bahwa kemenangan datang melalui kuasa Kristus — dan pertumbuhan adalah perjalanan, bukan perlombaan.
Anda telah menerima kasih karunia. Memahami bahwa keselamatan adalah oleh iman. Sedang tinggal di dalam Kristus. Tetapi lalu bagaimana? Apakah kehidupan Kristen tetap sama selamanya, ataukah ada pertumbuhan? Dan ketika pencobaan mengetuk pintu — apa yang harus dilakukan?
Dalam pelajaran ini, kita akan berbicara tentang bagaimana bertumbuh dalam kasih karunia, bagaimana memahami pencobaan, dan bagaimana mengalami kemenangan yang Kristus tawarkan. Petunjuk: tidak satu pun dari hal-hal ini bergantung pada kekuatan kita.
Pertumbuhan: Sebuah Perjalanan yang Berkelanjutan
Kelahiran baru terjadi seketika. Pertumbuhan adalah sebuah proses. Dan Alkitab jelas: tidak ada orang Kristen yang seharusnya berhenti bertumbuh.
Apa yang Petrus arahkan untuk kita lakukan sebagai orang Kristen?
Petrus tidak berkata “tumbuhlah dalam usaha” atau “tumbuhlah dalam kesempurnaan.” Ia berkata: “Tumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Yesus.” Pertumbuhan Kristen bukanlah mengumpulkan jasa — melainkan memperdalam hubungan. Semakin kita mengenal Yesus, semakin kita bertumbuh.
Siapa yang menjamin bahwa pekerjaan yang dimulai di dalam kita akan diselesaikan?
Inilah janji yang luar biasa: yang memulai pekerjaan itu adalah Allah, dan yang akan menyelesaikannya juga adalah Allah. Pertumbuhan rohani tidak bergantung pada kemampuan kita untuk menyempurnakan diri. Ia bergantung pada kesetiaan Dia yang memulai pekerjaan itu.
Bagaimana Paulus menggambarkan kedewasaan rohani?
Kedewasaan bukanlah ketiadaan pencobaan atau kesempurnaan mutlak. Ini adalah memiliki “panca indera yang terlatih” — kepekaan yang datang dari pengalaman dengan Allah sepanjang waktu. Ibarat perbedaan antara susu dan makanan keras: bayi rohani bergantung pada hal-hal sederhana, yang dewasa mampu menangani hal-hal yang rumit.
“Pengudusan bukan pekerjaan sesaat, satu jam, atau satu hari, melainkan seumur hidup. Ia tidak dicapai melalui satu ledakan perasaan yang membahagiakan, melainkan merupakan hasil dari terus-menerus mati terhadap dosa dan hidup bagi Kristus.” — Ellen G. White, Kisah Para Rasul, hal. 560.
Pencobaan: Bukan Dosa
Banyak orang Kristen hidup tersiksa oleh rasa bersalah ketika mereka dicobai. Tetapi ada perbedaan besar antara dicobai dan berdosa.
Apakah dicobai itu dosa?
Yesus “dicobai dalam segala hal sama seperti kita, tetapi tanpa dosa.” Jika dicobai itu dosa, Yesus pasti sudah berdosa. Pencobaan bukanlah kesalahan kita — itu adalah kenyataan hidup di dunia ini. Yang kita lakukan dengannya itulah yang penting. Dan bahkan dalam hal ini, kita tidak sendirian.
Dari mana datangnya pencobaan?
Yakobus berbicara langsung: Allah tidak mencobai siapa pun. Pencobaan muncul dari keinginan kita sendiri. Tetapi Yesus memberi petunjuk: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (). Kewaspadaan dan doa adalah sikap kita — dan Allah menyediakan kuasanya.
Apa yang Allah janjikan di tengah pencobaan?
Sungguh janji yang dahsyat: “Allah setia, Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.” Dan bersama pencobaan itu, Ia menyediakan “jalan keluar.” Kita tidak berada di bawah kekuasaan keadaan. Selalu ada jalan keluar — dan Allahlah yang menyediakannya.
Kemenangan: Oleh Kuasa Kristus
Jika pertumbuhan adalah proses dan pencobaan tidak terhindarkan, bagaimana dengan kemenangan Kristen? Mungkinkah menang?
Di dalam siapa Paulus menemukan kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu?
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Bukan di dalam diriku. Di dalam Kristus. Kemenangan Kristen bukan hasil dari tekad pribadi. Itu adalah hasil dari koneksi dengan Dia yang sudah menang. Dan mengingatkan kita: “Lebih besar Dia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia.”
Bagaimana Paulus menggambarkan orang Kristen di hadapan kesulitan dan pencobaan?
Bukan sekadar pemenang — lebih dari pemenang. Dan alasannya bukan kemampuan kita, melainkan kasih Kristus. ditutup dengan kata-kata Yesus sendiri: “Di dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Kemenangan sudah diraih. Tugas kita adalah hidup di dalamnya.
“Ketika kita ada di dalam Kristus, kita adalah pemenang. … Ia datang ke dunia untuk memampukan manusia mengatasi pencobaan-pencobaan Iblis.” — Ellen G. White, Penginjilan, hal. 323, par. 1.
Dan Sekarang?
Bertumbuh dalam kasih karunia adalah memperdalam pengenalan akan Yesus, bukan mengumpulkan jasa. Pencobaan bukanlah dosa — itu bagian dari kehidupan, dan Allah selalu menyediakan jalan keluar. Kemenangan tidak datang dari kekuatan kita, melainkan dari kuasa Kristus di dalam kita.
Kehidupan Kristen bukan perlombaan menuju kesempurnaan. Ini adalah perjalanan bersama Yesus — dan Ia telah berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan yang Ia mulai.
Keputusan Saya
Saya ingin bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Yesus Kristus. Saya menerima bahwa pencobaan adalah bagian dari kehidupan, tetapi saya percaya bahwa Allah tidak akan membiarkan pencobaan melebihi kekuatan saya. Kemenangan saya bukan di dalam diri saya, tetapi di dalam Kristus yang menguatkan saya. Saya percaya bahwa Ia akan menyelesaikan pekerjaan yang Ia mulai di dalam saya.