1) Lembaga Pernikahan

Asal ilahi pernikahan di Eden - maksud, definisi, dan perjanjian kudus

Pernikahan bukan ciptaan manusia atau susunan sosial yang berubah menurut zaman. Pernikahan adalah lembaga ilahi yang Allah ciptakan di Eden sebelum dosa masuk. Memahami asal pernikahan menolong kita memahami maksud dan batasannya.

Penciptaan Pernikahan

Kapan dan di mana pernikahan ditetapkan?

Kapan dan di mana pernikahan ditetapkan?

Allah menciptakan pernikahan di Eden, ketika semuanya masih “sungguh amat baik”. Ini berarti pernikahan adalah bagian dari rencana Allah yang semula dan sempurna bagi manusia, bukan kelonggaran karena dosa.

Mengapa Allah menciptakan perempuan bagi laki-laki?

Mengapa Allah menciptakan perempuan bagi laki-laki?

Kata Ibrani “ezer” (penolong) tidak menunjukkan kerendahan. Kata yang sama dipakai untuk Allah sebagai penolong kita (). Perempuan diciptakan sebagai pasangan dan pelengkap, bukan hamba.

“Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam untuk menunjukkan bahwa ia tidak boleh memerintah Adam sebagai kepala, juga tidak boleh diinjak di bawah kakinya sebagai yang lebih rendah, tetapi berdiri di sisinya sebagai yang setara, untuk dikasihi dan dilindungi.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Patriarchs and Prophets, PP 46.2

Pernikahan Pertama

Siapa yang mengadakan pernikahan pertama?

Siapa yang mengadakan pernikahan pertama?

Allah yang mengadakan pernikahan pertama. Ia menciptakan Hawa, membawanya kepada Adam, dan mempersatukan mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah lembaga ilahi, bukan sekadar pengaturan manusia.

Bagaimana tanggapan Adam saat pertama kali melihat Hawa?

Bagaimana tanggapan Adam saat pertama kali melihat Hawa?

Perkataan Adam menyatakan sukacita, pengenalan, dan kesatuan. Hawa bukan orang asing baginya, melainkan bagian dari dirinya: “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku”.

Definisi Pernikahan Menurut Alkitab

Apa pola pernikahan menurut Alkitab dalam Kejadian?

Apa pola pernikahan menurut Alkitab dalam Kejadian?

Pola pernikahan Alkitab mencakup tiga unsur:

  1. Meninggalkan: membentuk satu keluarga baru
  2. Bersatu: komitmen terbuka dan tetap
  3. Satu daging: keintiman jasmani, emosional, dan rohani

Pernikahan Alkitab terdiri dari berapa orang?

Pernikahan Alkitab terdiri dari berapa orang?

Standar Allah yang semula adalah pernikahan monogami: satu laki-laki dan satu perempuan. Walaupun poligami dicatat dalam Alkitab, hal itu selalu membawa masalah dan tidak pernah menjadi teladan ilahi.

Pernikahan Sebagai Perjanjian

Pernikahan digambarkan sebagai jenis hubungan apa?

Pernikahan digambarkan sebagai jenis hubungan apa?

Pernikahan bukan sekadar kontrak yang dapat diputuskan begitu saja; pernikahan adalah perjanjian. Dalam dunia Alkitab, perjanjian itu kudus, melibatkan Allah sebagai saksi, dan mengandung komitmen seumur hidup.

“Ikatan keluarga adalah ikatan yang paling dekat, paling lembut, dan paling kudus di bumi. Itu dimaksudkan menjadi berkat bagi umat manusia.” — Terjemahan lokal; sumber: Ellen G. White, The Ministry of Healing, MH 356.4

Pernikahan Sebagai Gambar Hubungan Kristus dan Jemaat

Hubungan apa yang digambarkan oleh pernikahan?

Hubungan apa yang digambarkan oleh pernikahan?

Pernikahan manusia mencerminkan hubungan Kristus (mempelai laki-laki) dan jemaat (mempelai perempuan). Ini mengangkat pernikahan ke tingkat yang kudus. Pernikahan bukan sekadar kenyamanan sosial, melainkan lambang kasih penebusan Allah.

Sekarang Bagaimana?

Memahami asal ilahi pernikahan mengubah cara pandang kita:

  • Pernikahan itu kudus: jangan memperlakukannya dengan ringan atau mendefinisikannya ulang menurut kenyamanan kita.
  • Allah hadir: Ia adalah saksi perjanjian pernikahan dan ingin memberkati pasangan.
  • Ada standar: satu laki-laki dan satu perempuan dalam perjanjian seumur hidup adalah maksud Allah.
  • Pernikahan menunjuk kepada Kristus: persatuan kita mencerminkan kasih Yesus kepada jemaat.

Keputusan Saya

Saya menerima bahwa pernikahan adalah lembaga ilahi yang Allah ciptakan. Saya mengakui standar-Nya: satu laki-laki dan satu perempuan dalam perjanjian seumur hidup. Saya ingin menghormati pernikahan sebagai sesuatu yang kudus, dan jika saya menikah, memperlakukan pasangan saya sebagai rekan yang Allah berikan.