1) Lembaga Pernikahan
Asal ilahi pernikahan di Eden - maksud, definisi, dan perjanjian kudus
Pernikahan bukan ciptaan manusia atau susunan sosial yang berubah menurut zaman. Pernikahan adalah lembaga ilahi yang Allah ciptakan di Eden sebelum dosa masuk. Memahami asal pernikahan menolong kita memahami maksud dan batasannya.
Penciptaan Pernikahan
Kapan dan di mana pernikahan ditetapkan?
Lihat jawaban
Jawaban: Di taman Eden, sebelum dosa
Kejadian 2:21-24: "Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Allah menciptakan pernikahan di Eden, ketika semuanya masih “sungguh amat baik”. Ini berarti pernikahan adalah bagian dari rencana Allah yang semula dan sempurna bagi manusia, bukan kelonggaran karena dosa.
Mengapa Allah menciptakan perempuan bagi laki-laki?
Lihat jawaban
Jawaban: Karena tidak baik manusia seorang diri; Allah menjadikan penolong yang sepadan
Kejadian 2:18: "TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Kata Ibrani “ezer” (penolong) tidak menunjukkan kerendahan. Kata yang sama dipakai untuk Allah sebagai penolong kita (). Perempuan diciptakan sebagai pasangan dan pelengkap, bukan hamba.
“Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam untuk menunjukkan bahwa ia tidak boleh memerintah Adam sebagai kepala, juga tidak boleh diinjak di bawah kakinya sebagai yang lebih rendah, tetapi berdiri di sisinya sebagai yang setara, untuk dikasihi dan dilindungi.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Patriarchs and Prophets, PP 46.2
Pernikahan Pertama
Siapa yang mengadakan pernikahan pertama?
Lihat jawaban
Jawaban: Allah sendiri membawa Hawa kepada Adam
Kejadian 2:22: "Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu."
Allah yang mengadakan pernikahan pertama. Ia menciptakan Hawa, membawanya kepada Adam, dan mempersatukan mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah lembaga ilahi, bukan sekadar pengaturan manusia.
Bagaimana tanggapan Adam saat pertama kali melihat Hawa?
Lihat jawaban
Jawaban: Ia berkata: inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku
Kejadian 2:23: "Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Perkataan Adam menyatakan sukacita, pengenalan, dan kesatuan. Hawa bukan orang asing baginya, melainkan bagian dari dirinya: “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku”.
Definisi Pernikahan Menurut Alkitab
Apa pola pernikahan menurut Alkitab dalam Kejadian?
Lihat jawaban
Jawaban: Laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan istrinya, dan keduanya menjadi satu daging
Kejadian 2:24: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Pola pernikahan Alkitab mencakup tiga unsur:
- Meninggalkan: membentuk satu keluarga baru
- Bersatu: komitmen terbuka dan tetap
- Satu daging: keintiman jasmani, emosional, dan rohani
Pernikahan Alkitab terdiri dari berapa orang?
Lihat jawaban
Jawaban: Satu laki-laki dan satu perempuan
Kejadian 2:24: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Standar Allah yang semula adalah pernikahan monogami: satu laki-laki dan satu perempuan. Walaupun poligami dicatat dalam Alkitab, hal itu selalu membawa masalah dan tidak pernah menjadi teladan ilahi.
Pernikahan Sebagai Perjanjian
Pernikahan digambarkan sebagai jenis hubungan apa?
Lihat jawaban
Jawaban: Perjanjian yang disaksikan Tuhan
Maleakhi 2:14: "Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu."
Pernikahan bukan sekadar kontrak yang dapat diputuskan begitu saja; pernikahan adalah perjanjian. Dalam dunia Alkitab, perjanjian itu kudus, melibatkan Allah sebagai saksi, dan mengandung komitmen seumur hidup.
“Ikatan keluarga adalah ikatan yang paling dekat, paling lembut, dan paling kudus di bumi. Itu dimaksudkan menjadi berkat bagi umat manusia.” — Terjemahan lokal; sumber: Ellen G. White, The Ministry of Healing, MH 356.4
Pernikahan Sebagai Gambar Hubungan Kristus dan Jemaat
Hubungan apa yang digambarkan oleh pernikahan?
Lihat jawaban
Jawaban: Hubungan Kristus dan jemaat
Efesus 5:31-32: "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat."
Pernikahan manusia mencerminkan hubungan Kristus (mempelai laki-laki) dan jemaat (mempelai perempuan). Ini mengangkat pernikahan ke tingkat yang kudus. Pernikahan bukan sekadar kenyamanan sosial, melainkan lambang kasih penebusan Allah.
Sekarang Bagaimana?
Memahami asal ilahi pernikahan mengubah cara pandang kita:
- Pernikahan itu kudus: jangan memperlakukannya dengan ringan atau mendefinisikannya ulang menurut kenyamanan kita.
- Allah hadir: Ia adalah saksi perjanjian pernikahan dan ingin memberkati pasangan.
- Ada standar: satu laki-laki dan satu perempuan dalam perjanjian seumur hidup adalah maksud Allah.
- Pernikahan menunjuk kepada Kristus: persatuan kita mencerminkan kasih Yesus kepada jemaat.
Keputusan Saya
Saya menerima bahwa pernikahan adalah lembaga ilahi yang Allah ciptakan. Saya mengakui standar-Nya: satu laki-laki dan satu perempuan dalam perjanjian seumur hidup. Saya ingin menghormati pernikahan sebagai sesuatu yang kudus, dan jika saya menikah, memperlakukan pasangan saya sebagai rekan yang Allah berikan.