3) Pernikahan dan Iman
Kuk yang tidak seimbang, pernikahan antara orang percaya, dan membangun keluarga Kristen
Iman bukan hanya salah satu aspek pernikahan; iman harus menjadi dasar tempat seluruh hubungan dibangun. Dalam pelajaran ini, kita memeriksa pentingnya kesesuaian rohani dan bagaimana membangun keluarga yang benar-benar Kristen.
Prinsip Kuk yang Seimbang
Apa arti jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang?
Gambarannya adalah dua hewan dengan ukuran atau kekuatan berbeda yang mencoba menarik bajak yang sama; itu tidak berhasil. Demikian juga, orang percaya dan orang yang tidak percaya memiliki nilai, prioritas, dan arah akhir yang secara mendasar berbeda.
Apa akibat pernikahan Salomo dengan perempuan asing?
Salomo, orang paling bijaksana di dunia, tersesat oleh pernikahan dengan perempuan yang tidak berbagi imannya. Jika itu terjadi padanya, itu dapat terjadi pada siapa saja.
“Hanya di dalam Kristus persekutuan pernikahan dapat dibentuk dengan aman.” — Terjemahan lokal; sumber: Ellen G. White, The Ministry of Healing, MH 358.3
Mengapa Berbagi Iman Penting?
Dapatkah dua orang berjalan bersama jika mereka tidak sepakat?
Pernikahan adalah perjalanan seumur hidup. Suami dan istri perlu sepakat tentang hal-hal terpenting: bagaimana kita membesarkan anak? Apa yang akan kita lakukan dengan uang? Bagaimana kita memelihara Sabat? Ke mana harapan kita ketika mati?
Persekutuan apa yang ada antara terang dan gelap?
Jika Saya Sudah Menikah dengan Orang yang Tidak Percaya?
Apa instruksi Paulus kepada orang yang sudah menikah dengan orang yang tidak percaya?
Jika Anda bertobat sesudah menikah, Anda tidak boleh meninggalkan pasangan yang tidak percaya. Sebaliknya, hidup Kristen Anda dapat menjadi sarana keselamatan baginya.
Bagaimana seorang istri dapat memenangkan suami yang tidak percaya?
“Tunjukkan kepadanya melalui hidupmu keuntungan menerima apa yang Kristus katakan.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Testimonies on Sexual Behavior, Adultery, and Divorce, TSB 51.1
Membangun Rumah Kristen
Apa pernyataan setiap keluarga Kristen?
Komitmen untuk melayani Tuhan harus menjadi keputusan keluarga, dipimpin oleh orang tua dan diterima oleh semua anggota rumah.
Bagaimana orang tua harus meneruskan iman kepada anak-anak?
Pendidikan agama bukan acara mingguan, melainkan gaya hidup. Kebenaran Allah harus diajarkan saat duduk di rumah, berjalan di jalan, berbaring, dan bangun.
Apa yang terjadi di rumah kepala penjara ketika ia percaya kepada Yesus?
Kisah Para Rasul 16 menunjukkan kebenaran penting bagi kehidupan rohani keluarga: ketika kepala penjara percaya, ia membawa pesan itu ke rumahnya. Janji itu menjangkaunya, dan keluarganya juga mendengar Firman serta bersukacita dalam Allah. Iman tidak boleh berhenti pada individu; iman harus menyentuh seluruh rumah.
“Para ayah dan ibu, jadikanlah waktu ibadah sangat menarik.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Testimonies for the Church, vol. 7, 7T 43.3
Sekarang Bagaimana?
Penerapan praktis untuk membangun keluarga Kristen:
- Yang belum menikah: berkomitmen menikah “hanya di dalam Tuhan”; jangan menyerah pada tekanan atau kesepian.
- Menikah dengan orang percaya: tumbuhkan iman bersama melalui ibadah keluarga, doa, dan belajar.
- Menikah dengan orang yang tidak percaya: hiduplah dalam Injil dengan kasih dan kesabaran, tanpa memaksa pertobatan.
- Orang tua: jadikan pendidikan rohani prioritas harian, bukan hanya mingguan.
- Semua orang: nyatakan bersama Yosua: “Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan.”
Keputusan Saya
Saya berkomitmen menempatkan Allah di pusat keluarga saya. Jika belum menikah, saya memutuskan menikah hanya dengan orang yang berbagi iman saya. Jika sudah menikah, saya akan menyediakan waktu untuk beribadah kepada Allah sebagai keluarga dan meneruskan iman kepada generasi berikutnya.