4) Perceraian dalam Alkitab
Apa yang Yesus ajarkan tentang perceraian - pengecualian yang diizinkan dan ideal Allah
Perceraian adalah salah satu kenyataan hidup yang paling menyakitkan. Keluarga terpecah, hati terluka, dan anak-anak menanggung akibatnya. Apa yang Alkitab ajarkan tentang hal ini? Apakah Allah mengizinkan perceraian? Dalam keadaan apa? Pelajaran ini memeriksa dengan hati-hati ajaran Yesus dan Kitab Suci.
Ideal Allah: Ketetapan
Apa maksud Allah yang semula bagi pernikahan?
Rencana Allah selalu pernikahan seumur hidup. Ketetapan bukan pilihan tambahan; itulah ideal yang harus dituju setiap pernikahan.
Apa yang Allah nyatakan tentang perceraian?
Allah membenci perceraian bukan karena Ia legalistik, tetapi karena Ia mengasihi manusia dan tahu bahwa perceraian membawa luka dan kehancuran yang mendalam.
“Pernikahan adalah langkah yang diambil untuk seumur hidup.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, The Adventist Home, AH 340.2
Mengapa Musa Mengizinkan Perceraian?
Mengapa Musa mengizinkan perceraian di Israel?
Izin Musa bukan persetujuan ilahi, melainkan kelonggaran terhadap kenyataan dosa. Yesus menjelaskan: “Sejak semula tidaklah demikian.” Perceraian tidak pernah menjadi rencana Allah.
Apa tujuan surat cerai dalam Ulangan 24?
Dalam budaya kuno, perempuan yang diceraikan tanpa dokumen berada dalam keadaan mengerikan; ia tidak dapat menikah lagi atau kembali kepada suami pertama. Dokumen itu melindunginya.
Pengecualian Yesus
Menurut Yesus, apa satu-satunya alasan sah untuk perceraian?
Yesus jelas: siapa menceraikan istrinya, kecuali karena amoralitas seksual, lalu menikah dengan yang lain, ia berzina. Satu-satunya pengecualian yang Yesus izinkan adalah ketidaksetiaan seksual.
Dalam Matius 19:9, Yesus memakai istilah “porneia”, kata luas yang terkait dengan amoralitas seksual. Dalam konteks pernikahan, itu menunjuk pada ketidaksetiaan seksual serius yang melanggar perjanjian pernikahan.
“Tidak ada yang dapat memutuskan atau membatalkan sumpah pernikahan selain pelanggaran ranjang pernikahan.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, The Adventist Home, AH 341.3
Standar Yesus Lebih Tinggi
Bagaimana Yesus meninggikan standar tentang perzinaan?
Yesus datang bukan untuk mempermudah perceraian, tetapi untuk meninggikan standar kesetiaan. Tidak cukup menghindari tindakan fisik; kita harus menjaga pikiran dan mata.
Siapa yang berzina ketika menikah lagi setelah perceraian yang tidak sah?
Perceraian Tidak Wajib
Jika pasangan tidak setia, apakah perceraian wajib?
Contoh Hosea dan Gomer menunjukkan bahwa bahkan ketidaksetiaan dapat diampuni dan pernikahan dipulihkan. Perceraian diizinkan dalam kasus perzinaan, tetapi tidak diwajibkan. Pengampunan selalu Kristen; tetapi rekonsiliasi menuntut pertobatan nyata, keamanan, dan pembangunan ulang kepercayaan dengan jujur. Dalam keadaan kekerasan, pelecehan, atau risiko, seseorang harus segera mencari perlindungan dan bimbingan pastoral yang matang.
“Capailah pengertian, dan bersatulah kembali sebagai suami dan istri.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, The Adventist Home, AH 343.1
Sekarang Bagaimana?
Prinsip tentang perceraian:
- Idealnya adalah ketetapan: berusahalah secara aktif memelihara pernikahanmu.
- Perceraian adalah kelonggaran, bukan kehendak Allah: Ia membenci perceraian, tetapi mengizinkan dalam kasus ekstrem.
- Yesus menyoroti ketidaksetiaan seksual sebagai pengecualian eksplisit terhadap ideal ketetapan: itulah satu-satunya pengecualian yang Ia nyatakan langsung.
- 1 Korintus 7 mengangkat kasus ditinggalkan oleh pasangan yang tidak percaya: ini membutuhkan kehati-hatian dan pertimbangan pastoral.
- Pengampunan selalu Kristen: setelah pengkhianatan pun rekonsiliasi dapat dicari bila ada pertobatan, keamanan, dan pembangunan ulang kepercayaan yang nyata.
- Carilah bantuan: pendeta, konselor, dan terapis Kristen dapat membantu.
Keputusan Saya
Saya menerima ajaran Alkitab bahwa pernikahan harus tetap dan bahwa perceraian bukan bagian dari rencana Allah yang semula. Jika saya menghadapi kesulitan pernikahan, saya akan mencari pengampunan, hikmat, dan bantuan profesional serta pastoral yang matang; dalam situasi berisiko, saya akan mencari perlindungan sebelum usaha rekonsiliasi apa pun.