5) Pernikahan Kembali
Kapan pernikahan kembali diizinkan? Ajaran Alkitab tentang menikah lagi setelah perceraian
Salah satu pertanyaan tersulit yang dihadapi orang yang bercerai adalah: “Bolehkah saya menikah lagi?” Jawabannya tidak sederhana dan bergantung pada keadaan. Dalam pelajaran ini kita memeriksa apa yang Alkitab ajarkan tentang pernikahan kembali.
Prinsip Dasar
Selama pasangan hidup, apakah ikatan pernikahan tetap ada?
Paulus menetapkan prinsip dasar: pernikahan adalah seumur hidup. Ikatan itu sepenuhnya dilepaskan hanya oleh kematian salah satu pasangan.
Kapan seorang janda bebas menikah lagi?
Kematian sepenuhnya melepaskan ikatan pernikahan. Duda atau janda bebas menikah lagi, tetapi harus melakukannya “di dalam Tuhan”, yaitu dengan sesama orang percaya.
Pernikahan Kembali Setelah Perceraian
Menurut Yesus, siapa yang dapat menikah lagi tanpa berzina?
Yesus menunjukkan bahwa orang yang bercerai karena “porneia” (ketidaksetiaan seksual pasangan) dapat menikah lagi tanpa berzina. Pihak yang tidak bersalah memiliki kebebasan untuk membangun hidupnya kembali.
Alkitab tidak memberi aturan eksplisit di sini tentang pernikahan kembali pihak yang bersalah. Yang dinyatakan dengan jelas adalah seriusnya dosa seksual dan perlunya pertobatan sejati. Keadaan seperti ini memerlukan hikmat, doa, buah pertobatan, dan bimbingan pastoral yang matang.
“Syarat-syarat untuk memperoleh belas kasihan Allah itu sederhana, adil, dan masuk akal.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Steps to Christ, SC 37.2
Ditinggalkan oleh Pasangan yang Tidak Percaya
Apa yang terjadi ketika pasangan yang tidak percaya meninggalkan orang percaya?
Sebagian penafsir memahami bahwa ditinggalkan oleh orang yang tidak percaya dapat menjadi keadaan lain yang membuka kebebasan untuk menikah lagi. Ungkapan “tidak terikat” menunjukkan kebebasan dari ikatan. Yang lain tidak setuju. Ini adalah wilayah yang memerlukan pertimbangan dan bimbingan pastoral.
Keadaan yang Rumit
Pertobatan kepada Kristus tidak menghapus sejarah seseorang, tetapi di dalam Kristus ada pengampunan nyata, hidup baru, dan pemulihan. Keadaan sebelum baptisan memerlukan penilaian Alkitab dan pastoral yang hati-hati. Tidak seorang pun boleh diperlakukan seolah tidak punya harapan, tetapi keputusan tentang pernikahan kembali harus dibuat dengan pertimbangan, ketundukan kepada Firman, dan bimbingan rohani yang matang.
Bagaimana sikap Allah terhadap orang berdosa yang bertobat?
“Demikianlah orang yang sungguh menyesal membawa semua dosanya ke hadapan Allah.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, Steps to Christ, SC 41.2
Pertimbangan Praktis
Sebelum mempertimbangkan pernikahan baru, apa yang penting?
Pernikahan baru adalah keputusan serius yang memerlukan:
- Waktu: jangan terburu-buru; sembuhkan luka masa lalu terlebih dahulu.
- Doa: carilah tuntunan Allah dengan tulus.
- Nasihat: bicaralah dengan pendeta dan konselor Kristen.
- Kejujuran: terbukalah tentang masa lalumu.
- Komitmen: masuklah ke pernikahan baru dengan tekad menghormati Allah.
Pernikahan baru harus dengan orang seperti apa?
Sekarang Bagaimana?
Prinsip bagi yang mempertimbangkan pernikahan kembali:
- Kematian pasangan membebaskan sepenuhnya: duda dan janda dapat menikah dengan bebas, di dalam Tuhan.
- Pihak yang tidak bersalah karena perzinaan mungkin memiliki kebebasan: tetapi harus mencari bimbingan.
- Pertobatan kepada Kristus membawa pengampunan dan hidup baru: keadaan masa lalu memerlukan penilaian Alkitab dan pastoral yang hati-hati.
- Carilah pertimbangan: setiap keadaan unik; carilah bimbingan pastoral.
- Jangan terburu-buru: pulihlah dahulu, lalu pertimbangkan hubungan baru.
- Menikahlah hanya di dalam Tuhan: berbagi iman itu penting.
Keputusan Saya
Jika saya sedang mempertimbangkan pernikahan baru, saya berkomitmen untuk terlebih dahulu mencari Allah dalam doa dan bimbingan pemimpin Kristen yang bijaksana. Saya tidak akan mengambil keputusan tergesa-gesa, dan jika saya menikah lagi, itu akan terjadi “di dalam Tuhan”, dengan komitmen menghormati Allah dalam persatuan baru ini.