3) Yesus dan Sabat
Bagaimana Kristus memelihara dan menghormati Sabat
Jika Yesus adalah teladan kita, kita perlu melihat bagaimana Ia berhubungan dengan Sabat. Injil menunjukkan bahwa Ia memeliharanya, menghormatinya, dan mengajarkan maknanya yang benar.
Kebiasaan Yesus
Masuk ke sinagoge pada hari Sabat adalah kebiasaan Yesus yang tetap. Ia memakai Sabat untuk menyembah, mengajar, dan melakukan belas kasihan.
Konflik Yesus dengan orang Farisi bukan melawan Sabat, melainkan melawan tradisi manusia yang menjadikan Sabat beban.
Apa kebiasaan Yesus pada hari Sabat?
Lihat jawaban
Jawaban: Masuk ke sinagoge menurut kebiasaan-Nya
Lukas 4:16: "Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab."
Apa yang Yesus nyatakan tentang hubungan-Nya dengan Sabat?
Lihat jawaban
Jawaban: Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat juga
Markus 2:28: "jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
“Ia datang untuk membebaskan Sabat dari tuntutan-tuntutan melelahkan yang telah menjadikannya kutuk, bukan berkat.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, O Desejado de Todas as Nações, p. 137, par. 1.
Belas kasihan, bukan penghapusan
Yesus mengajarkan bahwa berbuat baik pada hari Sabat adalah benar. Sabat adalah hari penyembahan, penyembuhan, dan belas kasihan.
Setelah kematian Yesus, para perempuan yang setia beristirahat pada hari Sabat sesuai perintah. Mereka tidak memahami Sabat sebagai sudah dihapus, karena memang tidak dihapus.
Apa yang boleh dilakukan pada hari Sabat menurut Yesus?
Lihat jawaban
Jawaban: Berbuat baik pada hari Sabat
Matius 12:12: "Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
Apa yang dilakukan para perempuan setia pada Sabat setelah kematian Yesus?
Lihat jawaban
Jawaban: Beristirahat sesuai perintah
Lukas 23:56: "Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,"
“Dengan menyingkirkan pembatasan Yahudi yang tidak masuk akal, Kristus menghormati Sabat.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, O Desejado de Todas as Nações, p. 196, par. 3.
E agora?
Jika kita mengikuti Yesus, mengapa mengabaikan teladan dan ajaran-Nya tentang Sabat?
Keputusan Saya
Saya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan atas Sabat dan Ia memeliharanya dengan setia. Saya ingin mengikuti teladan-Nya.