3) Yesus dan Sabat

Bagaimana Kristus memelihara dan menghormati Sabat

Jika Yesus adalah teladan kita, kita perlu melihat bagaimana Ia berhubungan dengan Sabat. Injil menunjukkan bahwa Ia memeliharanya, menghormatinya, dan mengajarkan maknanya yang benar.

Kebiasaan Yesus

Masuk ke sinagoge pada hari Sabat adalah kebiasaan Yesus yang tetap. Ia memakai Sabat untuk menyembah, mengajar, dan melakukan belas kasihan.

Konflik Yesus dengan orang Farisi bukan melawan Sabat, melainkan melawan tradisi manusia yang menjadikan Sabat beban.

Apa kebiasaan Yesus pada hari Sabat?

Apa kebiasaan Yesus pada hari Sabat?

Apa yang Yesus nyatakan tentang hubungan-Nya dengan Sabat?

Apa yang Yesus nyatakan tentang hubungan-Nya dengan Sabat?

“Ia datang untuk membebaskan Sabat dari tuntutan-tuntutan melelahkan yang telah menjadikannya kutuk, bukan berkat.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, O Desejado de Todas as Nações, p. 137, par. 1.

Belas kasihan, bukan penghapusan

Yesus mengajarkan bahwa berbuat baik pada hari Sabat adalah benar. Sabat adalah hari penyembahan, penyembuhan, dan belas kasihan.

Setelah kematian Yesus, para perempuan yang setia beristirahat pada hari Sabat sesuai perintah. Mereka tidak memahami Sabat sebagai sudah dihapus, karena memang tidak dihapus.

Apa yang boleh dilakukan pada hari Sabat menurut Yesus?

Apa yang boleh dilakukan pada hari Sabat menurut Yesus?

Apa yang dilakukan para perempuan setia pada Sabat setelah kematian Yesus?

Apa yang dilakukan para perempuan setia pada Sabat setelah kematian Yesus?

“Dengan menyingkirkan pembatasan Yahudi yang tidak masuk akal, Kristus menghormati Sabat.” — Terjemahan/parafrasa lokal; sumber: Ellen G. White, O Desejado de Todas as Nações, p. 196, par. 3.

E agora?

Jika kita mengikuti Yesus, mengapa mengabaikan teladan dan ajaran-Nya tentang Sabat?

Keputusan Saya

Saya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan atas Sabat dan Ia memeliharanya dengan setia. Saya ingin mengikuti teladan-Nya.